17 views 4 mins 0 comments

Jelang Rakernas PSI: Restruktur Organisasi Digencarkan Sesuai Arahan Kaesang

In Politik, Partai, Pemilu
January 28, 2026
migrasi kader partai mapan ke psi

PSI Mulai Restruktur Organisasi di Seluruh Tingkatan Menjelang Rakernas

Jakarta — Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bergerak cepat melakukan restruktur organisasi partai hingga tingkat desa dan kelurahan menjelang pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang dijadwalkan berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan, 29-31 Januari 2026. Langkah ini dilakukan untuk memenuhi arahan Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, yang menekankan pentingnya penguatan struktur partai dari akar rumput.

Kenapa Ini Penting dalam Konteks Politik & Kekuasaan Partai

Restrukturisasi yang dikampanyekan oleh PSI bukan sekadar pembenahan administratif, tetapi strategi politik jangka panjang menjelang Pemilu 2029. Kepengurusan yang kuat hingga tingkat paling rendah dianggap esensial oleh Kaesang untuk memperkuat basis suara PSI dan memenangkan kontestasi politik di masa depan. Ini menjadi sinyal bahwa PSI sedang berusaha mengukuhkan posisinya sebagai partai kelas nasional yang bukan hanya berkutat di kota besar, tetapi juga menyentuh konteks mikro masyarakat.

Siapa Aktor & Apa Kepentingannya

Kaesang Pangarep — Ketua Umum PSI
Sebagai pucuk pimpinan partai, Kaesang menekankan bahwa struktur partai yang lengkap sampai ke tingkat desa/kecamatan merupakan prasyarat utama agar PSI bisa lolos verifikasi dan efektif dalam menjaring suara rakyat. Arahan itu muncul dalam Kongres PSI I di Solo, Jawa Tengah, medio 2025, dan kini menjadi fokus utama konsolidasi menjelang Rakernas.

DPP PSI & Dedek Prayudi (Uki)
Ketua DPP PSI Dedek Prayudi alias Uki menyampaikan bahwa restrukturisasi organisasi bukan hanya memastikan kepengurusan lengkap secara formal, tetapi juga agar pengurus partai “paham bau keringat rakyat” dan mampu membawa aspirasi masyarakat ke dalam strategi kerja partai ke depan.

Kader PSI di Daerah
Restruktur organisasi mencakup pembenahan di tingkat DPW (provinsi), DPD (kabupaten/kota), DPC (kecamatan/cabang), hingga DPRT (tingkat desa/kelurahan). PSI sebelumnya sempat memiliki kepengurusan yang belum lengkap pascapemilu 2024, sehingga perlu penguatan kembali demi kelancaran aktivitas administratif dan operasional partai.

PSI Bergerak Menyongsong Tantangan Politik Nasional

PSI dibawah kepemimpinan Kaesang yang diambil sejak 2023, menerapkan strategi konsolidasi yang lebih terintegrasi ke dalam struktur organisasi partai. Restrukturisasi ini merupakan kelanjutan dari proses administrasi partai yang diperkuat setelah surat keputusan struktur kepengurusan periode 2025–2030 diterima dan disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM, yang memastikan PSI memiliki fondasi hukum dan organisasi yang kuat.

Rakernas PSI di Makassar sendiri menjadi momentum strategis untuk menyatukan suara seluruh pengurus partai, memformulasikan strategi politik, dan memfinalisasi konsolidasi organisasi internal menjelang fase penting politik nasional. Antusiasme kader dan simpatisan terlihat saat Kaesang tiba di Makassar, di mana ratusan mobil beratribut PSI mengiringi perjalanan Ketua Umum menuju hotel lokasi Rakernas.

Kekuatan Mikro untuk Strategi Makro

  1. Mengatasi Kekosongan Struktur Pascapemilu 2024:
    PSI sebelumnya menghadapi tantangan organisasional pascapemilu dengan beberapa cabang dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt), yang berpotensi melemahkan aktivitas partai di level akar rumput. Restrukturisasi yang digencarkan adalah jawaban terhadap kelemahan ini.
  2. Sinergi Arahan Pemimpin & Basis Suara:
    Arahan Kaesang menempatkan struktur organisasi sebagai platform strategis untuk menjaring suara rakyat di semua level. Ini bukan sekadar formalitas administratif, tetapi juga upaya menanamkan kader PSI ke dalam dinamika sosial lokal.
  3. Rakernas Sebagai Wadah Konsolidasi Kebijakan:
    Rakernas PSI nanti bukan hanya forum rapat internal, tetapi juga arena pembacaan sinyal politik nasional memperlihatkan arah konsolidasi internal partai, prioritas politik, dan kesiapan PSI dalam kompetisi elektoral yang akan datang.

Restrukturisasi PSI & Tantangan Menuju 2029

Restruktur organisasi PSI menjelang Rakernas merupakan gambaran nyata bahwa partai berlambang bunga mawar tidak hanya mengandalkan figur sentral, tetapi juga menguatkan fondasi organisasi di tingkat paling bawah. Langkah ini menegaskan bahwa PSI menyadari pentingnya kehadiran luas di masyarakat sebagai syarat untuk bersaing di Pemilu 2029. Rakernas di Makassar bukan sekadar agenda internal, tetapi momentum untuk memetakan strategi dan mengartikulasikan suara rakyat yang sesungguhnya ke dalam platform kerja partai ke depan.