21 views 4 mins 0 comments

Kaesang Pangarep Targetkan PSI Sulawesi Jadi “Kandang Gajah” di Pemilu 2029

In Politik, Partai, Strategi Pemilu
January 29, 2026

Kaesang Tancapkan Target Kemenangan PSI di Sulsel Usai Pelantikan Pengurus

Makassar — Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, menegaskan target ambisiusnya agar Sulawesi Selatan (Sulsel) menjadi “kandang gajah” bagi PSI menjelang Pemilu 2029, usai ia melantik pengurus DPW PSI Sulawesi Selatan di Hotel Claro, Makassar, Rabu (28/1/2026). Pernyataan itu datang di tengah upaya konsolidasi struktur partai dan jebolan kader muda yang kini menempati pucuk kepengurusan provinsi.

Kenapa Ini Jadi Momentum Politik & Strategi Parpol

Konsep kandang gajah bagi PSI bukan sekadar metafora simbol kekuatan politik, tetapi bentuk strategi kerja nyata di basis rakyat untuk dapat memenangkan wilayah yang selama ini menjadi medan tarik suara partai politik besar lain. Penegasan target ini ditempatkan dalam konteks konsolidasi internal partai serta upaya PSI untuk memperluas basis suara jelang kontestasi nasional berikutnya.

Siapa Aktor & Apa Kepentingannya

Kaesang Pangarep — Ketua Umum PSI
Sebagai pucuk pimpinan partai, Kaesang menghendaki agar seluruh jajaran partai turun langsung ke masyarakat, bukan hanya menjalankan tugas formal administratif. Ia meminta agar target kemenangan di Sulsel tidak dipandang ringan dan semua pengurus partai, termasuk di tingkat DPC, bekerja maksimal dalam ground operation politik.

Muammar Gandi Rusdi — Ketua DPW PSI Sulsel (19 Tahun)
Kaesang menyambut positif dominasi kader muda di kepengurusan DPW, termasuk Ketua DPW PSI Sulsel Muammar Gandi Rusdi yang baru berusia 19 tahun, menyatakan usia muda bukan halangan dan bahkan bisa lebih efektif dalam membangun basis partai ketimbang sekadar menjalani pendidikan formal.

Ahmad Ali & Kader PSI Lainnya
Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali mengatakan PSI yakin bisa memenangi wilayah tersebut, terutama bila mantan politisi NasDem Rusdi Masse (RMS), ayah dari Muammar Gandi, turut bergabung ke PSI. Pengalaman RMS sebelumnya di partai lain diyakini bisa memperkuat basis PSI di Sulawesi.

PSI Bergerak ke Wilayah Baru

PSI selama ini dipandang sebagai partai yang aktif mendorong partisipasi generasi muda dalam politik dan fokus pada konsolidasi organisasi dari akar rumput, termasuk melalui restrukturisasi hingga tingkat cabang. Pemilihan Sulawesi Selatan sebagai lokasi Rakernas dan arena target kemenangan menandakan PSI mencoba menggeser peta kekuatan politik tradisional di luar Pulau Jawa.

Wilayah Sulsel dan sekitarnya dikenal sebagai arena tarik suara kuat dengan basis politik yang kompetitif, sehingga target “kandang gajah” ini menunjukkan PSI tidak hanya mengejar peningkatan suara, tetapi juga posisi dominan strategis di luar basis awalnya.

Strategi Partai & Gerak Politik

  1. Strategi Mobilisasi Basis Rakyat:
    Target menjadikan Sulsel “kandang gajah” PSI mencerminkan strategi mobilisasi langsung ke basis sosial, termasuk memasukkan figur muda yang dianggap lebih dekat dengan kebutuhan dan dinamika lokal dibanding elit tradisional.
  2. Perpaduan Kader Muda & Figur Berpengalaman:
    Kombinasi pengurus yang mayoritas muda dan kemungkinan keterlibatan figur berpengalaman seperti Rusdi Masse bisa menjadi taktik coalition-building awal yang meningkatkan peluang PSI di wilayah yang selama ini didominasi partai besar lain.
  3. Bentuk Komitmen Kepada Aktivisme Politik Lokal:
    Kaesang menekankan kerja akar rumput bukan hanya formalitas struktural, tetapi kerja rekomendasi nyata di masyarakat, sebagai indikasi bahwa partai menempatkan pendekatan layanan publik sebagai syarat kemenangan politik di masa depan.

Sulawesi & Ambisi PSI Menuju 2029

Dengan target “kandang gajah” tersebut, PSI menempatkan Sulawesi Selatan sebagai medan penting dalam peta pertempuran politik Pemilu 2029 di mana partai mencoba mengubah basis tradisional suara dengan pendekatan baru yang menggabungkan kader muda, kerja sosial, dan figur berpengalaman. Hasil dari upaya ini akan menjadi salah satu barometer apakah PSI mampu berkembang dari partai baru menjadi kekuatan politik nasional yang signifikan dalam lima tahun ke depan.