Kemenpar Terima Delegasi Aljazair Perkuat Diplomasi Pariwisata

In Diplomasi, Politik Internasional
February 04, 2026
Kemenpar terima delegasi Aljazair dalam pertemuan diplomasi pariwisata

Kemenpar terima delegasi Aljazair dalam pertemuan diplomatik yang diselenggarakan di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Rabu (21/1/2026). Delegasi tersebut datang dari Majelis Rakyat Nasional (APN) Aljazair dan diterima langsung oleh Wakil Menteri Pariwisata Indonesia, Ni Luh Puspa. Secara resmi, kunjungan ini dimaknai sebagai upaya memperkuat kerja sama kedua negara di sektor pariwisata. Namun secara politik, langkah diplomasi ini juga terlihat sebagai upaya strategis memperluas jejaring global Indonesia terutama dalam menghadapi tantangan baru setelah pandemi serta mendorong hubungan bilateral yang lebih seimbang dan saling menguntungkan.

Mengapa Ini Penting

Hubungan bilateral antara Indonesia dan Aljazair selama ini belum mendapatkan sorotan besar di sektor pariwisata. Dalam konteks geopolitik dan ekonomi global, pertemuan seperti ini bukan hanya soal pariwisata tetapi juga tentang bagaimana Indonesia memposisikan diri sebagai hub wisata global, khususnya dalam wilayah Muslim-majority market yang terus tumbuh. Karena itu, Kemenpar terima delegasi Aljazair menjadi penting sebagai indikator diplomasi aktif Indonesia di luar wilayah Asia Tenggara.

Kemenpar, Delegasi APN Aljazair, dan Arena Diplomasi

Dalam pertemuan ini, Kemenpar terima delegasi Aljazair memosisikan Kementerian Pariwisata sebagai aktor utama diplomasi sektor ekonomi non-migas. Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa tidak hanya menerima tamu, tetapi juga melakukan dialog dengan ketua delegasi, Mohamed Yazid Benhemmouda, dan pejabat APN lainnya. Hubungan ini bukan hanya bersifat simbolik ia menunjukkan bahwa kedua negara mencari peluang konkret untuk memajukan sektor pariwisata mereka masing-masing.

Pasca Pandemi dan Pasar Wisata Global

Data yang disampaikan dalam pertemuan menunjukkan bahwa arus wisatawan dari Aljazair ke Indonesia naik sekitar 25 persen sejak pascapandemi COVID-19. Pertumbuhan ini menarik karena menggambarkan adanya peluang pasar baru yang belum tergarap secara optimal dalam strategi pariwisata nasional Indonesia. Dalam konteks ini, Kemenpar terima delegasi Aljazair tidak sekadar rutinitas diplomatik, tetapi langkah awal membuka segmen pasar yang relevan dan potensial.

Apa Makna Diplomasinya

Mengundang dan menerima delegasi parlemen asing dalam hal ini APN Aljazair tidak pernah terjadi dalam ruang hampa. Ketika Kemenpar terima delegasi Aljazair, ada pesan strategis yang ingin disampaikan: Indonesia siap membuka ruang kolaborasi lebih luas dengan negara-negara non-tradisional di kawasan Afrika Utara. Ini bukan hanya soal kunjungan wisata, tetapi soal diplomasi ekonomi yang mencoba mengintegrasikan pariwisata dengan perdagangan, investasi, pendidikan, serta pertukaran budaya.

Mengaitkan Pariwisata dengan Ekonomi & Diplomasi

Pariwisata menjadi salah satu sektor yang dipilih banyak negara sebagai pengungkit ekonomi karena dampaknya yang luas: dari UMKM lokal, sektor transportasi, hingga investasi asing. Dalam kerangka Kemenpar terima delegasi Aljazair, program kerja sama akan lebih dari sekadar menjual destinasi; ia juga mencakup potensi transfer keahlian pengelolaan destinasi, keterlibatan politeknik pariwisata, dan potensi pertemuan di forum bilateral ataupun multilateral.

Kenapa Target Pasar Aljazair?

Aljazair, sebagai negara di Afrika Utara dengan basis populasi Muslim besar, menjadi sasaran strategis. Pertumbuhan wisatawan Aljazair ke Indonesia memberi pesan bahwa pasar ini mulai terbuka dan potensial untuk dikembangkan. Kemenpar terima delegasi Aljazair memanfaatkan momentum itu untuk memperkuat brand Indonesia sebagai destinasi pilihan bagi komunitas Muslim global.

Respons Diplomatik dan Tantangan ke Depan

Delegasi Aljazair menunjukkan ketertarikan mempelajari rekam jejak Indonesia dalam mengelola wisata religi dan alam dua segmen yang saat ini menjadi fokus utama dalam upaya membuat pariwisata lebih berkelanjutan. Namun kendala dan tantangan pasti akan muncul, termasuk harmonisasi standar layanan, investasinya, hingga fasilitasi visa. Semua ini menjadi bagian nyata dari diskusi lanjutan setelah pertemuan awal.

Diplomasi Ekonomi di Era Baru

Diplomasi ekonomi kini tidak lagi hanya milik Kementerian Luar Negeri. Ketika Kemenpar terima delegasi Aljazair, itu mencerminkan paradigma baru di mana kementerian sektor turut berperan aktif dalam memperluas jaringan diplomasi bilateral. Ini mencerminkan perubahan cara negara memperlakukan isu diplomasi: lintas-sektoral dan responsif terhadap kondisi pasar global.

Implikasi terhadap Indonesia & Aljazair

Pertemuan ini membuka peluang sinergi yang lebih besar, terutama dalam konteks UMKM dan peningkatan pengalaman wisatawan. Transfer pengetahuan yang dibicarakan juga bisa menciptakan ekosistem pariwisata yang kompetitif secara global bagi kedua negara.

Diplomasi Pariwisata sebagai Wajah Baru Kerja Sama Internasional

Kemenpar terima delegasi Aljazair bukan sekadar aktivitas formal. Ia menunjukkan arah baru diplomasi Indonesia yang menempatkan pariwisata sebagai instrumen hubungan bilateral yang konkret dan strategis. Jika sinergi ini terus dikembangkan dengan agenda kerja yang jelas, hasilnya bukan hanya peningkatan angka kunjungan wisatawan, tetapi juga potensi kerja sama ekonomi, pendidikan, dan budaya yang lebih luas.

Baca Juga: Sudewo Tersangka KPK, Gerindra Hadapi Tekanan Politik