
Pernyataan atau Manuver Politik Terbaru
Organisasi kemasyarakatan (ormas) Gerakan Rakyat, yang dibangun dari kumpulan relawan pendukung Anies Baswedan sejak Pilpres 2024, kini secara resmi mendeklarasikan diri sebagai partai politik dan menetapkan arah perjuangan Gerakan Rakyat ke depan terkait arah dukungan terhadap Anies Baswedan sebagai calon presiden di Pemilu 2029.
Mengapa Ini Penting dalam Konteks Kekuasaan
Transformasi Gerakan Rakyat dari ormas ke partai politik terjadi dalam konteks pencarian kendaraan politik baru di luar partai mapan. Ini relevan secara politik karena hadirnya Gerakan Rakyat sebagai entitas partai baru berpotensi mengubah konfigurasi dukungan di kontestasi politik nasional, terutama bagi figur politik seperti Anies Baswedan yang saat ini tidak berada di struktur partai besar manapun. Langkah tersebut juga memperlihatkan bagaimana kelompok relawan dan simpatisan mencoba membentuk basis struktural yang kuat untuk memperluas pengaruhnya dalam sistem politik yang sedang disusun kembali menjelang Pilpres 2029.
Siapa Aktor di Baliknya dan Kepentingannya
• Gerakan Rakyat & Sahrin Hamid
– Gerakan Rakyat dimulai sebagai kumpulan relawan Anies Baswedan yang kemudian berkembang menjadi ormas pada 27 Februari 2025, dipimpin oleh Sahrin Hamid yang dikenal sebagai juru bicara Anies. Sebagai Ketua Umum ormas ini, Sahrin memainkan peran utama dalam mengarahkan organisasi ke formalitas partai politik.
• Anies Baswedan — Tokoh Inspiratif & Anggota Kehormatan
– Meskipun tidak memiliki jabatan formal struktural dalam Gerakan Rakyat sejak awal deklarasi, Anies Baswedan hadir dalam acara deklarasi dan dijadikan sosok tokoh inspiratif, panutan, serta simbol perubahan oleh pengurus Gerakan Rakyat.
– Pada 17 Desember 2025, Anies secara simbolis diberikan kartu tanda anggota (KTA) nomor 0001 oleh Gerakan Rakyat, yang menandai posisinya sebagai anggota kehormatan pertama dalam partai baru ini meskipun bukan jabatan struktural seperti Ketua atau pengurus.
• Pengurus & Struktur Partai Gerakan Rakyat
– Selain Anies sebagai anggota kehormatan, struktur partai jelas dipimpin oleh Sahrin Hamid; partai juga merancang pendaftaran formal ke Kementerian Hukum dan HAM untuk memenuhi persyaratan hukum sebagai partai politik baru di Indonesia.
Dari Relawan ke Partai Politik
Gerakan Rakyat berakar dari kelompok relawan yang mendukung Anies Baswedan selama kontestasi politik Pilpres 2024 relawan yang kemudian terdorong untuk memformalkan gerakan ke dalam sebuah ormas pada akhir Februari 2025. Dalam perjalanannya, ormas ini aktif menggelar pertemuan dan konsolidasi struktur di tingkat nasional, termasuk membuka Dewan Pimpinan Wilayah di sejumlah provinsi.
Spekulasi tentang kemungkinan organisasi ini menjadi partai politik sudah muncul sejak pertengahan 2025 ketika beberapa pengurus daerah menyuarakan aspirasi perubahan status organisasi menjadi parpol guna memaksimalkan potensi dukungan politik skala nasional.
Deklarasi formal sebagai partai yang mendukung Anies Baswedan bukan sekadar perubahan nomenklatur; ini juga menandai strategi baru dalam merespons kekosongan dukungan politik terstruktur untuk figur yang kuat secara elektoral tetapi tidak berafiliasi dengan partai besar tradisional.
Prediksi atau Skenario Politik ke Depan
• Gerakan Rakyat sebagai Kendaraan Politik Alternatif
Sebagai partai baru yang diposisikan secara simbolis di sekitar sosok Anies Baswedan, Gerakan Rakyat berpotensi menjadi kendaraan politik alternatif dalam kontestasi nasional, terutama menjelang Pilpres 2029. Keberadaan struktur partai bisa memberikan legitimasi formal sekaligus basis massa dan logistik yang lebih jelas dibanding relawan biasa.
• Dampak terhadap Partai Politik Tradisional
Kehadiran partai ini dapat mempengaruhi dinamika koalisi partai besar lain, karena mereka harus merespons entitas baru yang mengklaim basis massa luas di akar rumput dan berasosiasi dengan figur betiket nasional seperti Anies Baswedan.
• Pertarungan Pemilu 2029
Jika Gerakan Rakyat berhasil memenuhi persyaratan pendaftaran sebagai partai politik dan ikut serta dalam pemilu, fokus politiknya diperkirakan akan berpusat pada strategi untuk mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden, dan merakit dukungan yang lebih struktural melalui mekanisme legislatif serta elektoral.




