24 views 5 mins 0 comments

Sejarah Golkar: Jejak Panjang dari Sekber hingga Partai Politik Nasional

In Politik, Partai, Politik Nasional
January 22, 2026

Pernyataan atau Manuver Politik Terbaru

Sebagai salah satu partai politik tertua di Indonesia, Partai Golongan Karya (Golkar) tetap menjadi aktor dominan dalam politik nasional, dengan akar sejarah yang bermula dari organisasi fungsional masa akhir pemerintahan Presiden Soekarno, kemudian bertransformasi menjadi partai politik yang mendominasi era Orde Baru dan terus relevan dalam politik Indonesia kontemporer.


Mengapa Ini Penting dalam Konteks Kekuasaan

Pemahaman tentang sejarah Golkar penting karena partai ini bukan sekadar entitas politik seperti lainnya; ia lahir dari gagasan representasi golongan yang kemudian dipakai sebagai alat politik untuk menata ulang konfigurasi kekuasaan di Indonesia. Asal-usulnya sebagai Sekretariat Bersama Golongan Karya kemudian berkembang menjadi mesin politik dominan selama puluhan tahun terutama di masa Orde Baru sehingga pengaruhnya membentuk struktur politik, pemerintahan, dan hubungan kekuatan elite di tanah air. Transformasi ini menunjukkan bagaimana institusi politik dapat berubah bentuk sesuai konteks kekuasaan yang berkuasa, sekaligus bagaimana Golkar memainkan peran kunci dalam sistem politik Indonesia dari era Soeharto hingga era reformasi dan seterusnya.


Siapa Aktor di Baliknya dan Kepentingannya

• Sekber Golkar dan Tokoh Awal Ideologis
– Ide awal Golkar berasal dari gagasan tiga tokoh nasional: Soekarno, Soepomo, dan Ki Hadjar Dewantara, yang mengusulkan konsep golongan fungsional sebagai bentuk representasi kolektif di masyarakat yang berbeda dari partai politik tradisional. Wacana ini kemudian menjadi dasar pembentukan Golongan Karya pada akhir 1950-an sebagai alternatif representasi demokrasi yang khas Indonesia.

• Peralihan ke Sekber Golkar 1964
– Golkar berubah menjadi Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar) pada tanggal 20 Oktober 1964, diprakarsai oleh unsur militer, khususnya perwira Angkatan Darat seperti Letkol Suhardiman, yang berusaha menghimpun organisasi pemuda, buruh, tani, nelayan, dan kelompok golongan lain untuk menandingi pengaruh Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam kehidupan politik nasional.

• Dominasi Golkar di Era Orde Baru
– Dalam era pemerintahan Presiden Soeharto, Sekber Golkar menjadi alat dominan kekuasaan politik negara, mendapatkan mayoritas besar dalam pemilu 1971, yang memungkinkan dominasi parlemen dan legitimasi politik bagi rezim. Struktur ini memungkinkan Golkar mengendalikan banyak lembaga negara dan kebijakan publik sepanjang rezim Orde Baru.

• Kepemimpinan dan Transformasi Partai Pasca-Orde Baru
– Setelah runtuhnya Orde Baru pada 1998, Golkar tetap ada sebagai partai politik utama dalam sistem demokrasi multipartai, mengalami dinamika internal dan persaingan, namun tetap menjadi salah satu kekuatan politik besar di Indonesia hingga kini, termasuk mempertahankan relevansi melalui koalisi dan peran legislatif serta eksekutif.


Dari Fungsional ke Politik Kekuasaan

Golkar sesungguhnya bukan partai politik pada awalnya. Ia lahir sebagai response ideologis terhadap dominasi partai politik kelas terutama Partai Komunis Indonesia melalui konsep golongan fungsional yang kemudian dipakai sebagai basis organisasi yang mencakup serikat buruh, kelompok produktif, dan komunitas lain. Ide ini kemudian diserap oleh militer dan birokrasi negara untuk menciptakan wadah representasi yang lebih “aman” di tengah ketegangan politik pada awal 1960-an.

Pada Pemilihan Umum 3 Juli 1971, Sekber Golkar meraih sekitar 62,8 % suara dan dominasi besar di DPR, yang memberi mereka legitimasinya sebagai kekuatan parlamenter utama selama rezim Orde Baru. Dominasi ini berlangsung melalui pemilu berikutnya hingga masa akhir rezim, menunjukkan bagaimana Golkar diposisikan sebagai pilar utama stabilitas politik dalam konteks kekuasaan masa itu.

Pasca-reformasi 1998, Golkar tetap menjaga pengaruhnya meskipun menghadapi persaingan partai yang lebih bebas dan dinamis. Basis dukungan luasnya di berbagai wilayah Indonesia, struktur organisasi yang kuat, serta kemampuan berkoalisi membuat Golkar tetap relevan dalam kontestasi demokrasi modern.


Prediksi atau Skenario Politik ke Depan

• Relevansi di Era Kontemporer
Mengingat sejarah panjangnya yang mencakup dominasi politik pada era Orde Baru dan transisi ke era demokrasi, Golkar diperkirakan akan terus memainkan peran strategis dalam koalisi pemerintahan maupun oposisi, tergantung pada konfigurasi kekuatan politik nasional di setiap periode.

• Kepemimpinan dan Konsolidasi Internal
Kepemimpinan Golkar yang saat ini dikelola oleh figur yang kuat di parlemen dan kabinet menunjukkan bahwa partai masih memiliki kapital politik signifikan, yang akan menentukan arah kebijakan publik maupun dukungan legislasi di masa mendatang.

• Tantangan Legitimasi & Identitas
Sejarahnya yang sarat dengan dominasi rezim otoritarian bisa menjadi sumber kritik dalam diskursus politik kontemporer, terutama oleh kelompok yang melihat dominasi Golkar sebagai bagian dari struktur kekuasaan lama yang perlu direfleksikan ulang dalam demokrasi modern. Namun, kemampuannya untuk beradaptasi menunjukkan daya tahan politik yang unik dalam lanskap partai Indonesia.