
Penapolitika.com, Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian telah memanggil 1.200 perusahaan penggilingan padi dalam upaya stabilisasi harga gabah di pasar. Langkah ini diumumkan oleh Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, dalam rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-17 Partai Gerindra yang berlangsung di Sentul, Bogor, Jawa Barat.
Menurut Sudaryono, kementerian telah menetapkan harga pembelian gabah sebesar Rp 6.500 per kilogram. Harga ini diharapkan dapat memberikan margin yang adil bagi para pengusaha penggilingan sambil membantu pemerintah dalam memastikan kestabilan harga gabah yang merupakan komoditas penting bagi mayoritas penduduk Indonesia.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menekankan komitmennya sebagai kepala negara untuk menurunkan harga kebutuhan pokok masyarakat. “Saya ingin menjadi presiden yang efektif dalam menurunkan harga-harga kebutuhan dasar,” ucap Prabowo. Beliau juga menambahkan bahwa harga gabah harusnya naik untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
Selain itu, Presiden juga menyoroti perlunya penurunan harga tiket pesawat dan biaya ibadah haji sebagai bentuk konkret dari komitmen pemerintahannya. “Harapan masyarakat untuk melihat hasil nyata dari kebijakan kami adalah prioritas utama,” tegasnya.
Perayaan HUT Partai Gerindra dihadiri oleh berbagai tokoh pemerintahan, termasuk Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tidak hadir dan diwakili oleh Bendahara Umum Dolly Dondokambey serta Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah.
Pemanggilan massal perusahaan penggilingan padi ini diharapkan menjadi langkah signifikan dalam upaya stabilisasi harga gabah, yang tidak hanya penting bagi perekonomian tapi juga untuk menjaga kestabilan sosial di kalangan petani dan konsumen di seluruh negeri.
Baca Juga :
Prabowo : Saya Tak Malu Mengakui, Urusan Politik saya Belajar dari Pak Jokowi