
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengumumkan rencana perombakan besar-besaran dalam jajaran direksi dan komisarisnya yang akan diresmikan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada 12 Maret 2025. Perubahan ini termasuk usulan promosi Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur saat ini, menjadi presiden komisaris. Gregory Hendra Lembong, yang saat ini menjabat sebagai wakil presiden direktur sejak 2022, diusulkan untuk menggantikannya sebagai presiden direktur.
Jahja Setiaatmadja, yang telah memimpin BCA sejak tahun 2011, telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan dan ekspansi bank tersebut. Pengalaman dan kepemimpinannya selama ini diharapkan akan terus membawa pengaruh positif dalam perannya yang baru sebagai presiden komisaris.
Gregory Hendra Lembong, calon presiden direktur yang baru, telah menunjukkan kapasitasnya dalam mengelola operasional bank serta pengembangan strategi bisnis yang inovatif. Di bawah kepemimpinannya, BCA diharapkan akan melanjutkan inovasi dan adaptasi di era digital yang semakin kompetitif ini.
Selain itu, RUPST juga dijadwalkan untuk mendiskusikan pengunduran diri Djohan Emir Setijoso dari posisi presiden komisaris. Dalam acara yang sama, akan diajukan pula beberapa nama baru dalam struktur kepemimpinan bank. John Kosasih diusulkan untuk naik menjadi wakil presiden direktur, sedangkan Hendra Tanumihardja diusulkan untuk menjadi anggota direksi.
Raymon Yonarto, Corporate Secretary BCA, menegaskan bahwa semua pengangkatan ini masih menunggu persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Kami berharap proses persetujuan dari OJK dapat berjalan lancar dan semua calon yang diusulkan dapat segera memulai tugas mereka untuk membawa BCA mencapai target dan sasaran strategis kedepannya,” ujar Yonarto.
Perubahan dalam kepemimpinan ini merupakan langkah strategis yang diperlukan untuk memastikan bahwa BCA tetap relevan dan kompetitif dalam pasar keuangan yang dinamis. Kepemimpinan yang baru diharapkan dapat membawa ide-ide segar dan strategi yang inovatif, memperkuat posisi BCA sebagai salah satu bank terdepan di Indonesia.
RUPST tahun ini menjadi momen krusial bagi BCA dalam menentukan arah dan strategi masa depan bank, seiring dengan tantangan yang semakin besar dalam industri keuangan. Ini juga merupakan kesempatan untuk para pemegang saham untuk mendapatkan informasi terkini mengenai kinerja bank dan rencana ke depan yang akan ditempuh oleh manajemen baru. / PenaPolitika.com